#kompas.id


Digitalisasi Transformasi Sistem Kesehatan

Digitalisasi sistem kesehatan merupakan upaya mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan layanan kesehatan. Namun, itu perlu dibarengi dengan adanya koneksi internet, literasi digital, dan keamanan data pribadi. Setelah melempar ide BPJS untuk orang kaya akhir tahun lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali membuat kejutan tak tanggung-tanggung. Sejak 1 Maret 2023, aplikasi Peduli Lindungi yang populer selama pandemi Covid-19 diintegrasikan ke platform Satu Sehat yang sebelumnya sudah disiapkan Kementerian Kesehatan. Tentu langkah ini dilandasi keinginan membawa Indonesia menuju ketahanan kesehatan yang lebih milenial sifatnya. Platform Satu Sehat ini menghubungkan antaraplikasi yang saling berhubungan dengan pelaku kesehatan, seperti rumah sakit (RS) pemerintah, RS swasta, puskesmas, posyandu, laboratorium, klinik, dan apotek sehingga datanya terintegrasi.

Promoting Precision Medicine

Precision medicine will enable each patient to receive more sensitive screening, more precise diagnoses, and more effective medical treatment. Not long ago, Deputy Health Minister Dante Saksono Harbuwono said precision medicine was a necessity for future health services. Precision medicine will enable each patient to receive more sensitive screening, more precise diagnoses, and more effective medical treatment. This was conveyed by Dante in his inaugural speech as Professor of Internal Medicine at the School of Medicine, University of Indonesia (Kompas, 23/8/2022).

Mendorong Kedokteran Presisi

Kedokteran presisi merupakan metode optimalisasi layanan medis, baik untuk pencegahan maupun pengobatan tepat sasaran, dengan memanfaatkan kemajuan disiplin ilmu lain. Ini episode terbaru dari evolusi ilmu kedokteran. Belum lama ini, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menyebutkan, ”kedokteran presisi” menjadi keniscayaan untuk layanan kesehatan masa depan. Kedokteran presisi akan memungkinkan tiap pasien mendapatkan penapisan yang lebih sensitif, diagnosis yang lebih tepat, serta tindakan medis dan pengobatan yang lebih efektif. Ini disampaikan Dante pada pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Kompas, 23/8/2022).

2023 Health Agenda

Let's close 2022 with optimism, hopefully the pandemic status of COVID-19 can be revoked in 2023. And we hope that the health transformation will increase Indonesia's health resilience. We also hope that there can be a solution to the pros and cons regarding the Health Bill (RUU). Recently, there was a wave of protests against the Omnibus Health Bill, which was an initiative of the House of Representatives (DPR). Several health and medical professional institutions, such as the Indonesian Doctors Association (IDI), the Indonesian Dentists Association (PDGI), the Indonesian Pharmacist Association (IAI), the Indonesian National Nurses Association (PPNI), the Indonesian Association of Medical Laboratory Technologists (Patelki) and the Indonesian Midwives Association (IBI) voiced their anxiety.

Agenda Kesehatan 2023

Selain RUU Kesehatan yang kontroversial, ada agenda kesehatan 2023 yang lebih mendasar untuk diberi perhatian, yaitu pemerataan layanan kesehatan primer dan penanganan persoalan kronis. Juga masalah penyakit tak menular. Mari kita tutup tahun 2022 ini dengan optimisme, semoga status pandemi Covid-19 bisa dicabut di tahun 2023. Kita juga berharap, semoga kegaduhan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan bisa dicari solusinya. Belum lama ini muncul gelombang protes terhadap RUU Omnibus Law Kesehatan yang merupakan inisiatif DPR tersebut. Beberapa lembaga profesi kesehatan dan kedokteran, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki), dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), menyuarakan kegelisahannya.