#vaksinasi
Muncul Mutasi Covid-19, Akademisi Desak Percepat Vaksinasi
- Berita
- /
- 28/01/2021
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga (Unair) Prof. Djoko Santoso, dr., PhD., Sp.PD, K-GH, FINASIM mendesak pemerintah mempercepat program vaksinasi Covid-19 nasional. Hal ini perlu dilakukan guna mengantisipasi masuknya Covid-19 varian baru, yang kini sudah menyebar di Inggris, Afrika Selatan, Jepang, hingga Korea Selatan. "Kita berkejaran dengan waktu. Jangan sampai strain baru yang menurunkan (efikasi) vaksin itu masuk ke Indonesia," kata Djoko dalam webinar `Bibir Covid-19: Masalah Pendataan, Pendaftaran & Isu Terkini Seputar Vaksin Covid-19` pada Kamis (21/1), yang digelar oleh Indonesia HealthCare Forum (IndoHCF) dan Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI).
Vaksinasi dan Ancaman Mutasi Virus
- Opini
- /
- 24/01/2021
Vaksinasi penting, tapi jelas bukan panasea. Pilar utama menurunkan penularan adalah pembatasan mobilitas, pelacakan, dan yang sangat penting memperbanyak tes. Kenapa tes Covid-19 justru makin mahal bagi rakyat? Babak baru dengan vaksin Covid-19 yang membangun optimisme perlu dibarengi dengan kuatnya kejujuran (dan keadilan) dalam kebijakan pemerintah. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat, menyusul Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan bahwa vaksin Sinovac halal. Presiden Jokowi menjadi orang yang pertama menerima suntikan vaksin Sinovac pada 14 Januari 2021 untuk memberikan teladan imunisasi Covid-19. Seminggu sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengumumkan penerapan semacam pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk Jawa dan Bali, terhitung 11-25 Januari. Ini langkah bagus sekaligus korektif.
Optimisme Menyambut Vaksin
- Opini
- /
- 28/12/2020
Keberhasilan vaksinasi akan memompakan semangat dan optimisme kita. Sebelum vaksin disuntikkan, perlu dirapikan komunikasi pemerintah. Jelaskan sejujurnya tentang manfaat dan risikonya. Tamu negara penting pun tak disambut pemberitaan seperti ini. Hampir semua stasiun televisi menyiarkan secara langsung kedatangan pesawat Garuda di Bandara Soekarno-Hatta yang membawa 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produk Sinovac, 6 Desember 2020. Video pesawat menurunkan kotak besar vaksin dari perut pesawat jadi viral di mana-mana. Kedatangan vaksin ini benar-benar diistimewakan pemerintah. Vaksin diharapkan bisa mengatasi lonjakan penularan yang sampai hari ini belum juga menurun, bahkan cenderung naik tajam. Sampai minggu kedua Desember, pertambahan angka positif rata-rata di atas 5.000 kasus per hari, dengan pertambahan kematian sekitar 150 per hari.