#vaksinasi


Menyikapi Varian Baru Covid-19

Menghadapi ancaman varian virus yang baru, mau tak mau kita harus mengulang ajakan klise: perbanyak ”tracing” dan ”testing” spesimen, patuhi protokol kesehatan dan pemerintah tegas dalam penegakan tanpa pandang bulu. Setelah satu tahun pandemi Covid-19 kita lalui, titik terang terasa menjauh lagi. Merujuk ke data di Satgas Penanganan Covid-19, tampaknya memang puncak kurva telah kita lalui. Begitupun puncak kurva global sempat melandai drastis. Namun, pelan-pelan kurva itu naik lagi. Data Satgas menunjukkan, puncak kurva tercapai 30 Januari 2021, saat penambahan kasus harian sebanyak 14.518 kasus baru, dan 13 Maret lalu penambahan kasus harian turun drastis menjadi 4.607 kasus baru. Sebagai pembanding, pada saat yang sama, Brasil sedang menyalip India dalam perebutan ranking kedua negara dengan kasus positif terbanyak di dunia. Data Worldometer 19 Maret, peringkat pertama masih tetap dipegang Amerika Serikat dengan 30.357.255 kasus, hampir 10 persen dari penduduk AS yang 332 juta.

MUI Jatim Gelar Tasyawur Vaksinasi dalam Perspektif Fikih

Surabaya, Bhirawa - Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona hingga kini masih ada yang mempermasalahkan. Menanggapi masalah ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menggelar musyawarah virtual Tasyawur Ilmu dan Agama, Senin (1/3) malam. Acara yang dipandu salah seorang sekretaris MUI Jatim, Dr Lia Istifhama, mengkaji permasalahan dalam dua perspektif yakni medis dan fikih Islam. Dua narasumber yang membahas itu adalah Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim, Prof Djoko Santoso, dr PhD SpPD KGH FINASIM dan Ketua Komisi Fatma MUI Jatim KH Makruf Khozin.

Gelar Musyawarah Virtual Tasyawur Ilmu dan Agama, MUI Jatim Berharap Tidak Ada Polemik Vaksinasi

surabaya, beritalima.com – Senin (1/3) malam, MUI Jatim pimpinan Ketua Umum KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah S.H., M.M., selenggarakan musyawarah virtual Tasyawur Ilmu dan Agama melalui tema: Vaksinasi: Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama’. Momen tersebut tergolong perdana di Indonesia, sehingga tak heran, diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah sebagai bentuk tingginya animo masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Umum MUI Jatim, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., bahwa forum tersebut diharapkan menjadi pemecah masalah atas polemik vaksinasi yang masih muncul di dalam masyarakat.

MUI Jatim: Kekompakan dan Fokus Kunci Sukses Vaksinasi

SURABAYA— Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur melaksanakan Webinar Tasyawur Ilmu dan Agama bertema “Vaksinasi: Antara Kebutuhan Media dan Kewajiban Agama,” Senin (01/03) malam secara virtual. Diskusi tersebut dibuka Wakil Ketua Umum MUI Jatim KH Abdul Halim Soebahar dan diberikan sambutan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya dokter Joni Wahyuhadi yang mewakili Gubernur Jatim. Pembicara dalam diskusi ini adalah Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim KH Ma’ruf Khozin dan Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur Prof dr Djoko Susilo. Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Jatim Prof Muhammad Noor Harisuddin bertindak sebagai moderator.

Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim : Vaksinasi Cara Terampuh Atasi Pandemi

Surabaya, MUIJatim, Ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tim, Prof. Djoko Santoso, dr, Ph.D, Sp.PD, KGH, FINASIM, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan cara terampuh untuk mempercepat kekebalan kelompok (herd immunity), atau sebuah kondisi dimana sebagian besar masyarakat sudah memiliki antibodi untuk melawan covid-19. Hal itu disampaikan Prof. Djoko Santoso saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual atau webinar bertema “Vaksinasi: Antara Kebutuhan Medis dan Kewajiban Agama”, yang digelar oleh Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur Pada Senin (01/03). Guru Besar Universitas Airlangga ini meminta semua pihak mendukung program vaksinasi Pemerintah, karena vaksinasi dapat meningkatkan kekebalan kelompok dengan resiko yang sangat kecil jika dibandingkan dengan kekebalan kelompok alami atau melalui infeksi langsung.