#pandemi


Masihkah Pandemi jadi tantangan sektor Kesehatan dan Ekonomi 2022?

Webinar Seri Literasi Pandemi ke-27 MUI JatimTema “Masihkah Pandemi jadi tantangan sektor Kesehatan dan Ekonomi 2022?” Jum'at, 14 Januari 2022Pukul 19.00 WIB Sambutan DP MUI JatimProf. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grad.Dip.SEA.,M.Phil., Ph.D (Sekretaris Umum MUI Jatim) Pengantar DiskusiProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Narasumber Prof. Dr. Mohamad Khusaini, SE., M.Si., MA Prof. dr. Amal C. Sjaaf, S.KM, dr.PH Dr. dr. Iqbal Mochtar, MPH, MKKK, DiplCard, DoccMed, SpOk, FRSPH Link Zoom: https://bit.ly/WebinarSeriLitaresiPandemiMUIJATIMMeeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM Form pendaftaran peserta: https://bit.ly/DaftarWSLP27Free E-Sertifikat  

Webinar: Orkestrasi MUILenial Berwawasan Islam Washatiyah di Masa Pandemi

Webinar Seri Literasi Pandemi Ke-21 MUI Jatim“Orkestrasi MUILenial Berwawasan Islam Washatiyah di Masa Pandemi” Hari : Jum'at, 19 November 2021Pukul: 19.00 WIB  SambutanProf. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D (Sekretaris Umum MUI Jatim) Pengantar DiskusiProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Pemateri1. Dr. Suko Widodo Drs., M.Si (Pakar Komunikasi Unair)2. Drs. Mabroer MS (Ketua Komisi Infokom MUI Pusat)3. M. Afif Amrullah, M.E.I (Sekretaris Komisi Infokom MUI Jatim) Link Zoom: https://bit.ly/WebinarSeriLitaresiPandemiMUIJATIMMeeting ID: 878 1276 4039 ????Passcode: MUIJTM Form pendaftaran peserta: https://bit.ly/DaftarWSLP21 Pemantik DiskusiFauzi Palestin dan Ketua Infokom MUI 5 Provinsi (Jatim, Jogya, Bali, NTT, NTB) Moderator: Ahmad Fachruddin (Wakil Sekretaris Komisi Infokom MUI Jatim)

Webinar: Produk Halal dan Peran Nutrisi dalam Memperkuat Sistem Imun di Masa Pandemi

Webinar Seri Literasi Pandemi Ke-18 MUI Jatim“Produk Halal dan Peran Nutrisi dalam Memperkuat Sistem Imun di Masa Pandemi” Hari : Jum'at, 29 Oktober 2021 Jam : 19.00 WIB  Sambutan dan PengantarProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Pemateri:1. Dr. Siti Nur Husnul Yusmiati, STP, M. Kes (Direktur LP. POM MUI Jawa Timur)2. Prof. Irwandi Jaswir (Secretary, International Islamic University Malaysia Council of Professors)3. Gatot Soegiarto MD, PhD, Internist (Dosen Imunologi Klinik di Sekolah Pascasarjana UNAIR) Moderator: Dewi Melani Hariyadi, MPhil, PhD, Apt. Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/87812764039?pwd=RmIrMUhzd3B1bDJzL2Z3UkxHNXRwdz09Meeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM

Menuju ke Endemi dan Keseimbangan Baru

BERLALUNYA amukan varian delta menimbulkan harapan mempercepat ‘gencatan senjata’ dengan virus korona. Meski masih ada kecemasan munculnya varian baru, varian delta saat ini bisa dianggap merupakan puncak keganasan covid-19. Dengan terus konsisten untuk mencegah dan mengobati penyakit ini serta terus membangun herd immunity, diharapkan akan makin jelas arah dari pandemi menuju endemi.  Tarian maut varian delta memang sangat terasa sudah surut. Meskipun PPKM terus diperpanjang, makin sedikit level daerah yang membahayakan. Namun, para ahli epidemiologi mengingatkan meskipun situasi semakin membaik dan vaksinasi massal terus dilakukan, sebaiknya jangan sampai lengah, kebablasan, dan euforia.  Pengalaman serangan dahsyat varian delta yang menghasilkan gelombang kedua menorehkan pelajaran amat perih. Kenekatan warga dan kelemahan penegakan protokol kesehatan oleh pemerintah harus dibayar mahal. Penularan meledak, melonjaknya pasien dan kematian, serta hampir kolapsnya sistem layanan kesehatan. 

Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi

Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.