#News UNAIR


Mengenal dan Memahami Contrast-Induced Nephropathy

Apakah saudara pernah mendengar istilah contrast-induced Nephropathy? Istilah ini cukup langka untuk didengar bagi kita orang awam, namun ini seyogyanya tidak demikian untuk kalangan klinisi atau petugas kesehatan. Agar kita, khususnya juga dokter dan petugas kesehatan, lebih mengenal dan bisa mencegah contrast-induced nephropathy (CIN), maka senantiasa kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu CIN atau perlu menyadari kembali tentang bagaimana CIN terjadi. Contrast-Induced Nephropathy adalah kerusakan jaringan ginjal yang bersifat akut dan disebabkan oleh masuknya media kontras ke dalam tubuh (pembuluh darah). Normalnya pada fungsi ginjal yang normal, kerusakan ini jarang sekali terjadi, namun dalam kondisi fungsi ginjal yang terganggu (oleh karena penyakit ginjal sebelumnya) justru zat kontras ini bisa menambah kerusakan ginjal yang sudah ada.

Never Undermine Hypertension

 Hypertension is a major independent risk factor for coronary artery disease, stroke, heart failure and chronic kidney failure. In many regions of the world, there are a lot of people who have high blood pressure. Even in the United States, out of every three adults, one is hypertensive. If this number is expressed as a percentage, then the prevalence of hypertension in the United States is around 30%. More than just a large number, the impact of hypertension is frightening, both in terms of morbidity and mortality. According to reports, hypertension alone was responsible for 18% of cardiovascular disease mortality in western nations. The impact to the state financial losses is also enormous. The state is said to lose 47.5 billion dollars annually. Thus, it makes sense to be aware of hypertension from the beginning, and it also makes sense to start an early detection program as soon as hypertension is identified in order to lower the incidence of hypertension and its sequelae.

Jangan Pernah Bercanda dengan Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko independen utama untuk penyakit arteri koroner, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Jumlahnya pun sangat besar sekali di berbagai belahan dunia. Untuk AS saja setiap 3 orang dewasanya ada satu yang menderita hipertensi. Jika angka ini dipersentasekan ada kisaran 30% prevalensi hipertensi di AS. Tidak berhenti pada angka yang besar tersebut, namun lebih dari itu, dampak darinya sangat menakutkan. Baik dari sisi morbiditas maupun mortalitas. Untuk negara barat saja dilaporkan bahwa hipertensi menyumbang 18% dari kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Dampak dari sisi kerugian keuangan negara pun juga tidak tanggung-tanggung, dilaporkan ada sebesar 47,5 milar dollar untuk kerugian negara setiap tahunnya. Dengan demikian maka menjadi masuk akal jadinya untuk mewaspadai hipertensi sejak awal.

A Closer Look at Lupus Nephritis

The immune system serves as the body's defense against foreign substances or microorganisms that enter the body. Under certain circumstances, however, the immune system may have difficulty recognizing and distinguishing invaders from human cells. Instead of combating foreign substances invading the human body, a weakened immune system might produce antibodies that assault the body's healthy cells, tissues, and organs. Autoimmune disease is the medical term for this disorder. Autoimmune disease is one of the global health problems with an unknown exact number of patients, but the number is projected to rise year after year. Data from the National Institute of Health in the United States (USA) reports that more than 20 million people in the US (or about 7 percent of the total population) have autoimmune diseases (https://www.gene.com/stories/autoimmune-disease- 101).

Sepintas Tentang Insulin pada Penyakit Ginjal Diabetik

Pasien dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM) menahun yang memiliki gula darah tidak terkontrol dan sulit dikendalikan dengan obat pil diabetes tentu sudah tidak asing dengan istilah suntikan (injeksi) insulin. Insulin merupakan suatu hormon yang normal ada di tubuh manusia, yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh sel pankreas dalam jumlah yang cukup untuk membantu sel-sel di tubuh menyerap gula yang ada di darah. Dengan adanya insulin, tubuh kita dapat mengubah gula menjadi energi dengan minimal zat sisa/sampah metabolisme. Pada seseorang dengan DM, oleh karena beberapa sebab, jumlah hormon insulin yang diproduksi tubuh tidak memadai untuk menjalankan fungsinya (baik dalam kuantitas dan atau kualitas). Beberapa sebab yang mungkin terjadi adalah kerusakan sel beta pankreas (sel penghasil hormon insulin) seperti pada DM tipe I dan ketidakmampuan sel tubuh untuk mengenali hormon insulin seperti pada DM tipe II.