#pandemi covid-19


Imunitas Vaksinasi dan Alami

Vaksinasi bisa jadi ”booster” (penguat) dari kekebalan alami setelah lolos dari terinfeksi. Secara umum vaksinasi aman dan potensi risikonya sangat sedikit. Ampuh manakah, kekebalan yang terbentuk dari vaksinasi dengan kekebalan setelah terinfeksi Covid-19? Pertanyaan ini penting disampaikan setelah Covid-19 melampaui angka positif sejuta dan pemerintah terlihat tersentak serta semakin serius menangani pandemi. Vaksinasi digencarkan. Untuk tahap para tenaga kesehatan sudah berjalan, dan segera berlanjut ke penerima prioritas selanjutnya. Pemerintah juga memberlakukan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), beberapa provinsi menerapkan PPKM mikro yang dikawal satpol PP, polisi, bahkan TNI. Ini menandakan pemerintah makin menyadari pembatasan mobilitas adalah pilar penting untuk pencegahan meluasnya penularan, selain memperbanyak testing dan tracing. Tentu, kita tak boleh tutup mata terhadap kritik beberapa epidemiolog bahwa ada data sekian juta orang terpapar yang katanya disembunyikan.

Perjuangan Kampus di Era Pandemi

Semangat perjuangan di kampus-kampus sehingga menghasilkan karya inovasi semestinya mendapat tempat strategis untuk meringankan beban rakyat. Kalau perlu jadi momentum perjuangan "kemerdekaan" dari kegemaran impor. Tanggal 10 November adalah tanggal sakral: memperingati kepahlawanan kolektif arek- arek Surabaya, sekaligus hari jadi Universitas Airlangga dan ITS. Tanggal 10 November 1945 kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Sembilan tahun kemudian, pada 1954, Bung Karno menghadiahi warga Surabaya dengan meresmikan Universitas Airlangga atau Unair. Unair merupakan pengembangan dari beberapa pendidikan tinggi, termasuk pendidikan tinggi kedokteran yang sudah ada sejak 1913 dengan nama Nederlandsch Indische Artsen School atau NIAS.

Pandemi, Momentum Mendayagunakan Inovasi

PANDEMI panjang covid-19 telah memuramkan semua sektor kehidupan. Perekonomian hancur, ekspor melorot, pendapatan negara anjlok, dan sebaliknya utang meningkat untuk menutup defisit neraca perdagangan.  Bahkan, negara yang selama ini dikenal kuat secara ekonomi, seperti Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong, sudah resmi menyatakan memasuki resesi. Berarti dua triwulan pertama 2020 tumbuh negatif dan belum ada prospek triwulan berikutnya akan mentas resesi.  Demikian juga di sektor pendidikan. Sudah lima bulan sekolah dan kampus ditutup dari aktivitas pembelajaran offline. Upaya untuk menutupi dengan menggunakan metode pembelajaran online masih banyak menemui kendala, baik pada jaringan infrastruktur, bandwidth, minimnya anggaran, maupun kesulitan lokasi geografis. Benar bahwa sekarang marak model seminar online atau webinar. Namun, efektivitasnya dirasakan masih kalah jauh jika dibanding dengan model seminar tatap muka atau offl ine. Demikian juga jika model pembelajaran tatap muka, jika hendak digeser menjadi pembelajaran online, secara nasional masih jauh dari kesiapan. 

Kunci Berdamai dengan Korona

Virus korona terus bermutasi untuk pertahankan hidupnya, sementara manusia juga harus bertahan hidup dengan sistem imunnya yang sangat supercanggih. TI jsalah satu tulang punggung penanggulangan Covid-19.   Sudah lebih dari tiga bulan kita bergelut seru dengan pandemi supervirus Covid-19. Kurva infeksi dan kematian belum juga terlihat puncaknya. Makin luas sektor kehidupan kita yang kena dampak buruk. Kita makin dipaksa untuk bertahan sampai suatu saat nanti ditemukan vaksin dan obat penangkalnya. Kita dipaksa makin hari bisa menerima kehadiran virus ini sebagai suatu kenyataan meski sangat membahayakan. Inilah ”tatanan” dunia baru gara-gara Covid-19. Bidang kesehatan, ekonomi, pergaulan sosial, proses politik, budaya kerja, semua berubah dan memformat ulang aturan mainnya. Format baru itu bisa jadi akan jangka panjang, bahkan permanen. Sebab, diperkirakan, supervirus ini tak akan bisa musnah sama sekali. Kemampuannya menyebar, bermutasi, dan beradaptasi dengan inang barunya sangat gesit.

Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid 19

Rumah Ginjal - Sudah bulan ke-4 pandemi belum kunjung usai juga, sementara belum ada berita munculnya obat spesifik dan vaksinnya. Ini dialami oleh hampir semua negara di dunia dengan berbagai level pertumbuhan kasus baru. Untuk indonesia, menurut Sumber Newyork Times masih dimasukan dalam kategori negara dengan jumlah kasus tertinggi, dengan background kurangnya pengujian yang meluas. Artinya, bahwa sangat mungkin kasus-kasus nya masih banyak yang tidak tercatat (data yang resmi masih belum memasukan kasus yang sebenarnya positif covid, namun tidak sempat dilakukan uji pemeriksaan covid). Namun, Indonesia tidak sendirian, masih banyak yang lainnya di antaranya Amerika, Inggris, Kanada, Rumania, dan Iran. Maka untuk itu, mari kita terus saling menyemangati dalam menghadapi pandemi ini agar bisa kita terhindar dari ancaman virus covid ini. Jangan menyerah karena ini perjuangan hidup bersama melawan musuh virus covid yang tidak terlihat. Dan tetap jangan panik karena hidup harus senantiasa berjalan sesuai kaidah-kaidah alam. Atas berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur melalui kebersamaan berjuang bahu-membahu maka kita yakin akan menang, Amien 3x.