#MUI Jatim


MUI Jatim: Bila Herd Immunity 80 Persen, Covid-19 tidak Lagi Menakutkan

SURABAYA –Covid-19 saat ini sedang melonjak naik lagi, untuk itu Prof Djoko Santoso, Ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menekankan agar tidak hanya dijalankannya Protokol Kesehatan. Akan tetapi juga dengan meningkatkan vaksin agar tercapai herd immunity 80 persen. Dia mengatakan jika ada hal yang perlu ditekankan, bahwa covid-19 ini dalam menyerang jiwa itu ada dua hal, yaitu kekurangan oksigen, atau yang disebut hipoxia, dan satu lagi pengentalan darah yang berlebih. Kelahiran Covid-19 di Wuhan ini mengejutkan semua umat di dunia. Bahkan para ahli biologi maupun klinis di seluruh dunia merasa terkejut karena ini aneh.

MUI Jawa Timur Tegaskan Pandemi Covid-19 Adalah Masalah Sosial

AKURAT.CO  Virus Covid-19 saat ini semakin mengganas. Ini terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Hampir seluruh provinsi di Indonesia menyandang predikat zona merah. Di Jawa Timur khususnya, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif yang setiap hari semakin bertambah. Di samping itu, beberapa waktu belakangan, ditemukan kasus inveksi virus Corona varian Delta. Virus yang ditemukan pertama kali di Negara India dan kini sudah menyebar di hampir di seluruh dunia. Meski belum separah India, artinya Indonesia harus siaga dalam menghadapi varian baru ini. Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur, Prof Djoko Santoso, dr, Ph.D, Sp. PD menjelaskan

'Protokol Meja Makan' Puasa era Pandemi

SUNATULLAH atau secara alamiah, tubuh manusia tidak bisa menjalankan fungsinya jika tidak ada asupan makanan. Tubuh manusia membutuhkan asupan nutrisi berupa makanan dan air yang mengandung mineral secara proporsional, agar tetap hidup dengan baik melalui dukungan penuh dari mesin homeostasis (biologi) tubuhnya. Istilah yang tepat adalah makan untuk hidup, dan jangan dibalik, agar mesin homeostasis tubuh tidak gampang menuju homeostenosis (menua). Ada kalanya tubuh sengaja dikosongkan dari asupan nutrisi dalam jangka waktu tertentu, untuk tujuan tertentu. Salah satu bentuk pengosongan nutrisi itu adalah yang disebut puasa. Jika sedang tidak puasa, tubuh membutuhkan sumber bahan bakar untuk menjalankan mesin kehidupan, agar dapat bergerak secara fisik, mental dan emosional. Rasa lapar adalah sinyal bahwa tubuh minta asupan nutrisi, minta makan.

Unesa Jawab Kontroversial Halal Haram Vaksin Astrazeneca dengan Diskusi Publik Bersama Para Pakar

Unesa.ac.id, Surabaya-Halal atau haramnya Vaksin Astrazeneca masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Isu miring terkait vaksin tersebut terus naik ke permukaan dan terkadang meresahkan. Karena itu, Unesa mengadakan diskusi publik yang bertajuk “Halal Haram Vaksin Astrazeneca untuk Kemaslahatan Umat; Ditinjau dari Perspektif Agama dan Kesehatan”, pada Sabtu 3 April 2021 di Auditorium Rektorat Unesa, Lidah Wetan. Tema yang diusung memang cukup sensitif, karena itu, Unesa mengundang para pembicara dari berbagai latar belakang yang kompeten di bidangnya. Ada dari Majelis Ulama Indonesia Pusat yakni Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. KH. Fahrurrozi Burhan. Selain itu, ada Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR sekaligus Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim, Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph.D,Sp.PD.KGH.FINASIM

MUI Jatim Gelar Tasyawur Vaksinasi dalam Perspektif Fikih

Surabaya, Bhirawa - Program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona hingga kini masih ada yang mempermasalahkan. Menanggapi masalah ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menggelar musyawarah virtual Tasyawur Ilmu dan Agama, Senin (1/3) malam. Acara yang dipandu salah seorang sekretaris MUI Jatim, Dr Lia Istifhama, mengkaji permasalahan dalam dua perspektif yakni medis dan fikih Islam. Dua narasumber yang membahas itu adalah Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim, Prof Djoko Santoso, dr PhD SpPD KGH FINASIM dan Ketua Komisi Fatma MUI Jatim KH Makruf Khozin.