#MUI Jatim


Bersama Pesantren, MUI Jatim Wujudkan Pesantren Sehat dan Ramah Anak

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jatim menggelar bimbingan teknik kesehatan pesantren pada sejumlah pesantren di Jawa Timur. Bimbingan itu dilakukan di Pondok Pesantren atau Ponpes Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/10/2022). Ketua Umum MUI Jatim, KH Moh. Hasan Mutawakkil Alallah menyampaikan, kegiatan ini memang sangat layak untuk kondisi negeri setelah diterpa pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir. Tentu, kondisi pemulihan butuh waktu dan tahapan. Oleh karena itu, kata Kiai Mutawakkil, melalui pesantren untuk menebar pesan-pesan kesebahan pada masyarakat ini merupakan langkah yang tepat. Terlebih lagi, pemerintah saat ini telah menjadi pesantren sebagai mitra strategis nasional dalam pembangunan negeri.

Badan Kesehatan MUI Jatim Gelar Bimtek Pesantren Ramah Lingkungan

Probolinggo, MUIJatim.or.id, Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar Bimtek: Pesantren Sehat, Ramah Anak dan Lingkungan, Rabu-Kamis (26-27/10/2022) di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua Umum MUI Jawa Timur mengatakan bahwa forum ini sangat strategis dan menjadi salah satu kebutuhan penting saat ini. “Isu pesantren dan kesehatan ini sangat menarik, terutama setelah kita mengalami bersama-sama pandemi Covid-19 yang menjadi sorotan adalah bagaimana menyambut era baru pasca pandemi.

Webinar Waspada Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Webinar Literasi Kesehatan MUI Jawa Timur Waspada Gangguan Ginjal Akut pada Anak Kerjasama MUI Jawa Timur dan Ikatan Dokter Indonesia   Hari tanggal: Jum'at, 21 Oktober 2022Pukul : 19.00 WIBMeeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM   Bersama: Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D.Sekretaris UMUM MUI Jawa Timur Dr. Erwin Ashta Triyono, dr. Sp.PD., KPTI., FINASIMKepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D. Sp.PD KGH, FINASIMKetua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur dan Guru Besar Kedokteran Universitas Airlangga Dr. dr. Brahmana Askandar Tjokroprawiro, SpOG(K)-onkKetua IDI Surabaya   Nara SumberDr. Ninik Asmaningsih Soemyarso, dr. MMPaed., Sp.A(K)Dokter Spesialis Anak Prof. Dr. Sudung Pardede, dr. Sp.A(K)Pakar Universitas Indonesia    

Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Jelaskan Lima Elemen Kesehatan

  Djoko Santoso, ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menjelaskan terkait pentingnya hidup sehat. Hal itu ia sampaikan saat mengisi kajian menjelang buka puasa di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu, (28/04/2022) sore. Menurut Djoko, sehat yang dimaksud adalah dalam lima elemen. Pertama adalah sehat jasmani, pasalnya hidup di dunia memerlukan fisik yang kaut. Sehat Jasmani ini harus dibarangi sehat spiritual dan emosional yang stabil. “Berikutnya adalah sehat sosial, artinya yang kaya memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin. Yang terakhir adalah sehat intelektual , dimana otak kita selalu dipakai untuk update pengetahuan,” ungkapnya. Jadi iqra (membaca) dalam tradisi keilmuan Islam harus diartikan secara utuh. Artinya, selain mengaji melalui Al-Qur’an langsung diperlukan impelemntasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga seorang muslim akan bisa menyatukan antara ibadah muamalah dan akidah.

Ketua Badan Kesehatan MUI JATIM Djoko Santoso : Menyambut Berkah Ramadan di Ujung Pandemi

ALHAMDULILLAH, kita memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah dengan kondisi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dua tahun berturut-turut kita menjalani Ramadan dalam kondisi tertekan karena serangan hebat pandemi Covid-19 sehingga pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran.  Kita pernah mengalami masa mencekam di mana kasus harian melonjak sampai di atas 60 ribu kasus, rumah sakit reguler dan RS Darurat penuh pasien hingga antre di lorong-lorongnya. Dan, tiap jam terdengar raungan mobil ambulans membawa jenazah menuju pemakaman. Namun sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Relatif terkendali meskipun belum sepenuhnya bebas pandemi.  Data per 6 April menunjukkan penambahan 2.400 kasus, jumlah yang cukup rendah bila dibandingkan pada Ramadan tahun lalu yang berkisar 5.000 an kasus baru per hari, dan saat Idul Fitri menjadi awal meledaknya serangan gelombang kedua varian Delta yang memakan banyak korban jiwa.