#vaksin produk sinovac
Promoting Indonesia’s ‘Red and White’ Vaccine
- Opini
- /
- 05/06/2021
The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries. Research for the production of a domestic vaccine, namely the Red and White vaccine, continues to progress. In a bid to smoothly get international recognition, efforts to develop a Red and White vaccine need to be immediately included in the World Health Organization website. Currently our vaccine candidate is not included in the list of 284 vaccine candidates there. The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries.
Optimisme Menyambut Vaksin
- Opini
- /
- 28/12/2020
Keberhasilan vaksinasi akan memompakan semangat dan optimisme kita. Sebelum vaksin disuntikkan, perlu dirapikan komunikasi pemerintah. Jelaskan sejujurnya tentang manfaat dan risikonya. Tamu negara penting pun tak disambut pemberitaan seperti ini. Hampir semua stasiun televisi menyiarkan secara langsung kedatangan pesawat Garuda di Bandara Soekarno-Hatta yang membawa 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produk Sinovac, 6 Desember 2020. Video pesawat menurunkan kotak besar vaksin dari perut pesawat jadi viral di mana-mana. Kedatangan vaksin ini benar-benar diistimewakan pemerintah. Vaksin diharapkan bisa mengatasi lonjakan penularan yang sampai hari ini belum juga menurun, bahkan cenderung naik tajam. Sampai minggu kedua Desember, pertambahan angka positif rata-rata di atas 5.000 kasus per hari, dengan pertambahan kematian sekitar 150 per hari.
Perlombaan Menciptakan Vaksin
- Opini
- /
- 28/08/2020
Ikhtiar umat manusia itu dimaksudkan agar kita segera mendapatkan penangkal dari ancaman infeksi ganas korona. Karena hak hidup setiap orang adalah penting. Kita mencermati banyak negara bersicepat membuat vaksin Covid-19 yang kini kian mengganas. Banyak komentar, kritik, dan pujian muncul terkait ikhtiar ini. Media sosial riuh dengan pendapat yang berdasarkan pengetahuan. Namun, banyak juga asal puji atau kritik tanpa mau tahu secara mendalam isu ini. Mari kita coba dengan kepala dingin memahami ”lomba” membuat vaksin demi mengatasi pandemi yang kini setiap hari menginfeksi hampir 300.000 orang ini. Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja mengumumkan, negaranya jadi yang pertama berhasil memproduksi vaksin pada 11 Agustus lalu. Vaksin ini akan segera digunakan untuk vaksinasi massal pada Oktober mendatang. Putin mengatakan, vaksin itu aman dan putrinya sendiri menjadi salah satu sukarelawan uji klinis. Vaksin ini diberi nama Sputnik V, meneruskan nama Sputnik I, satelit Rusia yang pada 1957 jadi wahana luar angkasa pertama di dunia, mengalahkan AS. Rusia mengklaim, sudah ada 20 negara yang memesan lebih dari 1 miliar vaksin Sputnik V.