#ramadhan
Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Jelaskan Lima Elemen Kesehatan
- Berita
- /
- 01/05/2022
Djoko Santoso, ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menjelaskan terkait pentingnya hidup sehat. Hal itu ia sampaikan saat mengisi kajian menjelang buka puasa di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu, (28/04/2022) sore. Menurut Djoko, sehat yang dimaksud adalah dalam lima elemen. Pertama adalah sehat jasmani, pasalnya hidup di dunia memerlukan fisik yang kaut. Sehat Jasmani ini harus dibarangi sehat spiritual dan emosional yang stabil. “Berikutnya adalah sehat sosial, artinya yang kaya memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin. Yang terakhir adalah sehat intelektual , dimana otak kita selalu dipakai untuk update pengetahuan,” ungkapnya. Jadi iqra (membaca) dalam tradisi keilmuan Islam harus diartikan secara utuh. Artinya, selain mengaji melalui Al-Qur’an langsung diperlukan impelemntasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga seorang muslim akan bisa menyatukan antara ibadah muamalah dan akidah.
Ketua Badan Kesehatan MUI JATIM Djoko Santoso : Menyambut Berkah Ramadan di Ujung Pandemi
- Opini
- /
- 13/04/2022
ALHAMDULILLAH, kita memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah dengan kondisi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Dua tahun berturut-turut kita menjalani Ramadan dalam kondisi tertekan karena serangan hebat pandemi Covid-19 sehingga pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran. Kita pernah mengalami masa mencekam di mana kasus harian melonjak sampai di atas 60 ribu kasus, rumah sakit reguler dan RS Darurat penuh pasien hingga antre di lorong-lorongnya. Dan, tiap jam terdengar raungan mobil ambulans membawa jenazah menuju pemakaman. Namun sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik. Relatif terkendali meskipun belum sepenuhnya bebas pandemi. Data per 6 April menunjukkan penambahan 2.400 kasus, jumlah yang cukup rendah bila dibandingkan pada Ramadan tahun lalu yang berkisar 5.000 an kasus baru per hari, dan saat Idul Fitri menjadi awal meledaknya serangan gelombang kedua varian Delta yang memakan banyak korban jiwa.