#new normal


Setting Pandemic Road Map Priorities

Cowd-based economic priority should be avoided as it has the risk of worsening the pandemic — unless we are increasingly insensitive to the COVID-19 incidence and the mortality rate still showing high figures. Controlling the wild COVID-19 pandemic is admittedly not as easy as claimed — the coronavirus is even controlling us. Our entire society, nation and state inevitably have to be further restricted. Households and state budgets also have to be drained in order to survive the invasion of SARS-CoV-2. The aggression of the fiercest Delta variant continues to spread doom. For over a month, since 11 July 2021 the daily death toll has exceeded a 1,000 people a day. Also for a month, our mortality rate has become a world record. Even though — on this year’s 76th National Independence anniversary — new daily case increases declined to 20,741, the death tally remained high, reaching 1,180.

Prof Djoko Santoso Berikan Tips Hidup Berdampingan dengan Covid-19

JAKARTA, NusaBali.com – Melihat gelaran Euro 2020 bukan hanya aksi pesepakbola yang bikin mata melek, namun penonton yang memadati stadion juga bikin terhenyak karena terjadi pada masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.     Babak semifinal antara Italia vs Spanyol yang dilangsungkan di Stadion Wembley London, Selasa (6/7/2021) atau Rabu dini hari Wita misalnya. Sebanyak lebih dari 60.000 penonton memadati stadion di ibukota Inggris tersebut.  Sebelumnya angka yang sama juga memadati Puskas Arena Stadium di Budapest saat tuan rumah Hongaria menjamu Portugal di fase Grup Euro 2020.

Peran dan Pendidikan Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi

PANDEMI covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Sektor pendidikan pun mau tak mau harus menyesuaikan diri. Jadwal tahun ajaran dan penerimaan siswa baru menjadi bergeser. Proses penerimaan mahasiswa baru jadi terganggu. Perkuliahan tatap muka untuk sementara diubah menjadi perkuliahan daring, sembari menunggu redanya pandemi.  Demikian juga yang dialami oleh mahasiswa kedokteran. Saat merebaknya pandemi dan meningkatnya kecemasan, mayoritas perkuliahan diliburkan dan sebagian diubah menjadi kuliah daring. Akan tetapi, seperti halnya perkuliahan di fakultas eksakta lainnya, ada aktivitas perkuliahan yang tidak mungkin diganti menjadi daring seluruhnya, seperti praktikum di laboratorium. Untuk mahasiswa kedokteran, ada bentuk pembelajaran lainnya yang juga sulit diubah menjadi metode daring.  Misalnya proses co as atau internship, ikut dokter senior dalam mengobservasi pasien, menyusun diagnosis, berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya, membuat laporan medis, dan sejumlah tindakan medis lainnya. 

Unair Luncurkan Buku Tentang Solusi Menyambut New Normal

Surabaya, InfoPublik - Menyambut new normal, Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan buku berjudul “Menjaga Nalar, Mencari Solusi Menyambut New Normal”. Buku tersebut sebagai bentuk kontribusi akademisi Unair dalam uapaya mengedukasi masyarakat untuk tetap berfikir dengan nalar bagaimana memutus rantai Covid-19. Para pakar Unair yang menulis buku tersebut diantaranya adalah Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA., Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM., Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., dan Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., Rektor Unair, Prof. Nasih mengatakan, new normal sulit dinalar jika perilaku manusia yang masih menganggap remeh dampak penyebaran Covid-19. “Terbitnya buku ini dapat menjadi awal edukasi kepada masyarakat tentang penyelesaian Covid-19 secara rasional,” ujarnya, di Surabaya, Senin (29/6/2020) Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Unair Prof. Djoko Santoso. Ia mengungkapkan penyebaran Covid-19 sangat berbahaya karena dapat menyerang dua hingga tiga orang sekaligus.

Key to being at Peace with Coronavirus

For more than three months, we have been struggling with the COVID-19 pandemic. The peak of the infection and death curves have not yet been visible. The broader sector of our lives is affected badly. We are increasingly forced to survive until one day a vaccine and medicine are found. We are forced to increasingly accept the presence of this virus as a reality, although it is very dangerous. This is the “order” of the new world because of COVID-19. The fields of health, the economy, social relations, political processes and work culture all change and reformat the rules of the game. The new format can be long-term, even permanent. Because, it is estimated, this coronavirus will not be destroyed at all. Its ability to spread, mutate, and adapt to it new host is very quick. The coronavirus continues to mutate to maintain its life, while humans must also survive with their immune system, which is basically very sophisticated. Therefore, a kind of invitation arises that we begin to get used to living with the coronavirus, the invisible “cunning and cruel parasite”.