Mengenal Vaksinasi Covid 19 Pada Penderita Sakit Ginjal Kronis di Era Pandemi


Orang dengan penyakit ginjal akan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius dari Covid-19. Maka itu cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan menghindari terkena virus covid ini. Utamanya cara vaksinasi yang dianjurkan, disamping masih perlu cara cara lain seperti menjaga kebugaran dan kehidupan sesuai kondisi masing masing secara baik, menjaga dan melakukan protokol kesehatan dengan baik --disiplin.

Mengapa hal tersebut ditekankan? Untuk diketahui bahwa Virus covid yang tergolong jenis corona virus ini, sampai sekarang virusnya terus berubah (melalui mutasi), dan varian baru dari virus ini diperkirakan akan muncul seiring waktu. Terkadang varian baru muncul dan menghilang. Di lain waktu, varian baru (bahkan ganas) muncul dan bertahan.  Para ilmuwan hingga kini terus memantau perubahan virus, termasuk perubahan paku/spike yang berada di permukaan virus. Studi-studi terus dilakukan, termasuk analisis genetik virus, demi memahami bagaimana perubahan pada virus dapat mempengaruhi cara penyebarannya dan apa yang terjadi pada orang yang terinfeksi, yang semuanya ditujukan untuk memutus transmisi dan penanganan lebih baik, termasuk untuk orang sakit ginjal.

Kembali lagi pada konteks Vaksinasi Covid-19 pada penderita sakit ginjal. Untuk diketahui bahwa penyakit Covid-19 adalah penyakit baru dan cara efektif untuk menghadapinya adalah dengan cara vaksinasi. Mengingat ini hal baru, maka artikel ini dimaksudkan untuk mempresentasikan sekelumit apa saja yang sebaiknya diketahui tentang sesuatu yang terjadi sebelum, selama, dan setelah divaksinasi. Dengan demikian diharapkan bisa tahu apa yang diharapkan ketika Anda divaksinasi. Informasi apa yang akan diperoleh dari pihak professional kesehatan, dan sumber daya yang dapat Anda gunakan untuk memantau kesehatan Anda setelah Anda divaksinasi. Setidaknya, tahu secara prinsip bahwa pada intinya vaksin adalah salah satu alat yang paling efektif dalam melindungi kesehatan Anda dan mencegah penyakit. Vaksin bekerja dengan pertahanan alami tubuh Anda sehingga tubuh Anda akan siap melawan virus jika Anda terpapar (juga disebut kekebalan). 

Tahu bahwa tingkat efektivitas vaksin Covid-19 sangat baik. Pada orang yang menggunakan obat imunosupresi untuk pengobatan penyakit ginjal dan penerima transplantasi ginjal, mungkin tidak menerima tingkat perlindungan yang sama dalam hal kekebalan antibodi, dari vaksin Covid-19 jika dibandingkan pada orang yang tidak dalam pengobatan imunosupresif. Terlepas dari kekurangan, berdasar penelitian saat ini mereka yang menjalani dialisis, dan penerima transplantasi - vaksin ini telah terbukti aman pada populasi ini. Namun para ahli masih terus meneliti lebih lanjut tentang efektivitas pada orang dengan penyakit ginjal kronis agar menuju paripurna layanan

Saat sebelum vaksinasi. Setelah mendapat persetujuan dari dokter yang berkompeten, di titik ini, Anda harus tahu, apakah vaksinasi Covid-19 sudah tersediakah dan juga diperhatikan jenis vaksinnya (vaksin COVID-19). Alangkah baiknya Anda untuk tahu tentang cara kerjanya, manfaat mendapatkan vaksinasi Covid-19. 

Saat Anda akan menuju tempat layanan vaksin, pelajari secara baik tentang melindungi diri Anda selama kunjungan nanti. Lalu ketika Anda mendapatkan vaksin, Anda dan pihak professional kesehatan harus dalam kondisi memakai masker yang menutupi hidung dan mulut. Tetap berjarak 6 kaki dari orang lain saat berada di tempat vaksinasi dan dalam barisan antrian.  

Saatnya tiba untuk dilayani, tentu Anda akan disodori kertas atau versi elektronik dari lembar informasi yang memberi tahu Anda tentang jenis vaksin spesifik Covid-19 yang ditawarkan kepada Anda. Sekedar diketahui bahwa setiap vaksin Covid-19 memiliki lembar keterangan dan fakta yang berisi informasi yang diharapkan Anda untuk memahami risiko dan manfaat menerima vaksin spesifik tersebut.

Setelah vaksinasi, maka Anda juga akan diberitahu tentang jadwal untuk dapat dosis kedua. Dan Anda tetap disarankan untuk senantiasa menjalankan kewajiban Protokol Kesehatan setelah vaksinasi. Bahkan setelah Anda mendapatkan vaksin lengkap (dua dosis lengkap dengan beda waktu) pun, Anda harus terus melakukan yang terbaik untuk melindungi diri Anda sendiri. Ingat sekali lagi, bahwa setelah vaksinasi penuh, perlindungan terbaik adalah: Pakailah masker yang menutupi hidung dan mulut, sering cuci tangan, Jaga jarak setidaknya 6 kaki dari orang lain yang tidak tinggal bersama Anda

 

Sebaiknya tahu Jenis vaksin

Untuk diketahui saat ini di negara kita yang tersedia adalah jenis vaksin Sinovac Covid-19, astra Zeneca, Sinovarm Covid-19 dan sebagian kecil moderna yang khusus untuk nakes (Tenaga Kesehatan) pada level booster. 

Dalam hal vaksin Sinovac Covid-19 atau Sinopharm Covid-19, vaksin ini merupakan kuman yang dilemahkan atau tidak aktif yang jika disuntikan akan memicu respons kekebalan tubuh. Singkat kata, vaksinasinya ini bekerja dengan mengajari sistem kekebalan diri dengan cara mengenali dan kemudian melawan virus penyebab Covid-19 ketika menghadapi infeksi betulan, dan akhirnya ini melindungi tubuh dari penyakit Covid-19.

Untuk Vaksin Covid-19 dari astra Zeneca ada perspektif berbeda namun hasil akhirnya sama, yaitu mendapatkan kekebalan. Vaksin ini adalah vaksin vektor virus, yang menggunakan versi virus lain yang tidak berbahaya, yang disebut “vektor”, untuk mengirimkan informasi ke sistem kekebalan tubuh Anda guna membantu melindungi Anda dari Covid-19. Bagaimana cara kerja vaksin vektor virus? Vaksin mengajarkan tubuh Anda dengan cara membuat salinan protein lonjakan Covid-19. Jika Anda terkena virus yang sebenarnya nanti, tubuh Anda akan mengenalinya dan tahu cara melawannya. Vaksin tidak mengandung virus yang menyebabkan sakit Covid-19 dan tidak dapat memberi Anda virus Covid-19. Itu juga tidak bisa membuat Anda sakit dari virus yang digunakan sebagai vektor. Itu tidak dapat mengubah DNA Anda dengan cara apa pun.

Sebagai tambahan pengetahuan bahwa masih ada versi lain dari vaksin covid 19 yaitu jenis Vaksin mRNA (vaksin messenger RNA), seperti vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna Covid-19. Keduanya merupakan jenis vaksin baru untuk melindungi dari penyakit menular covid-19. Dalam memicu respons kekebalan ini, prosesnya berbeda juga. Umumnya vaksin memasukkan kuman yang dilemahkan atau tidak aktif ke dalam tubuh (seperti Sinovac Covid-19 atau sinovam), atau vaksin lain yang menggunakan partikel atau bagian kecil dari kuman untuk memicu respon imun.  Namun untuk vaksin mRNA, ini tidak bekerja dengan cara demikian tersebut.  Mereka mengajari sel tubuh kita dengan cara membuat protein – atau bahkan hanya sepotong protein – yang memicu respons imun di dalam tubuh kita. Respon imun ini menghasilkan antibodi – dan antibodi inilah yang melindungi kita dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke tubuh kita. Vaksin ini membutuhkan teknologi canggih dan sangat beda dari cara tradisional membuat vaksin. Sebetulnya pengembangan vaksin ini (Vaksin mRNA) telah dipelajari sebelumnya untuk virus lain termasuk flu, Zika, rabies, dan cytomegalovirus (CMV). Dalam perjalanannya, pandemi telah mengantarkan Vaksin jenis mRNA hadir dalam program vaksnasi, yaitu vaksin untuk Covid-19 yang tentu akan dikuti yang lainnya pada masa mendatang. Dan hasilnya, hingga saat ini sangat efektif, dan dapat secara dramatis mengurangi kemungkinan rawat inap atau kematian seseorang karena Covid-19. Sudah barang tentu ini masih membutuhkan penelitian lanjutan mengingat sebagaimana tadi di awal dikatakan bahwa Covid-19 ini termasuk penyakit yang baru ada.

Menutup artikel ini, berdasar National Kidney Foundation, meski penderita penyakit ginjal (baik pasien dengan penyakit ginjal lanjut, pasien transplantasi dan dialisis dan pasien yang membutuhkan imunosupresi untuk pengobatan penyakit ginjal lanjut) sudah di vaksinasi sepenuhnya, Anda masih tetap diwajibkan menggunakan strategi mitigasi kesehatan masyarakat, seperti physical distancing, penggunaan masker, kebersihan tangan, dan protokol kesehatan lainnya demi membatasi penyebaran virus penyebab Covid-19 dan melindungi kesehatan masyarakat. Banyak ahli juga berpikir mendapatkan vaksin Covid-19 dapat membantu mencegah Anda sakit parah jika Anda memang terkena Covid-19. Dan yang jelas bahwa vaksin ini tidak dapat memberi Anda Covid-19.

Sampai bertemu lagi kelanjutan dari topik ini, yaitu efek sampingnya dari vaksinasi covid 19. Salam sehat selalu, dan jaga protokol kesehatan!

 

Djoko Santoso, 
Guru Besar Kedokteran Universitas Airlangga, Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim

 

Sumber gambar: 
https://lifestyle.bisnis.com/read/20210313/106/1366956/penyakit-ginjal-dan-covid-19-2-hal-yang-saling-memberatkan